SUPRANATURAL


KHODAM PENDAMPING


adi brdriiKisah nyata yang aku ceritakan ini merupakan kisah sejati yang benar-benar aku alami dalam perjalanan hidupku. Kisahnya terjai sekitar pertengahaan tahun 2008 kemarin, ketika itu didaerahku ada suatu pesta demokrasi pemilihan kepala daerah. Dalam ajang pesta demokrasi tersebut kebetulan aku menjadi salah satu team sukses salah satu calon. Seperti sudah menjadi kebiasaan yang terjadi di Pulau Jawa, setiap menghadapi event semacam ini berbagai kekuatan baik fisik maupun nonfisik dikerahkan untuk meraih sebuah kemenangan. Sebagai seorang yang menjadi salah satu team sukses, aku sengaja mencari orang pintar yang dapat membentengi diriku baik dari ancaman fisik maupun nonfisik. Atas saran salah seorang sesepuh, aku disarankan untuk datang ke orang pintar yang tinggal diwilayah Kabupaten Subang, karena dari penjelasan sesepuh tersebut, orang pintar yang dimaksud katanya dapat memberikan khodam pendamping (pengawal gaib ). (more…)

1Sesungguhnya tidaksemua jin itu setan, tetapi setan adalah bagian dari jin yang ingkar terhadap perintah ALLAH SWT. Sebagaimana layaknya manusia, jin adalah makhluk Allah yang acapkali benar dan salah, ada yang muslim dan ada pula yang non muslim, berkelamin jantan dan betina, begitulah seterusnya. Bahkan jin pun berketurunan, berkebudayaan dan peradaban yang konon katanya peradaban jin jauh lebih maju disbanding manusia.
Dalam sebuah kitab yang menerangkan tentang jin, dijelaskan ada 5 macam jenis jin (more…)

                                                           Oleh : Adi Gumilang
Foto093Berawal sering melakukan puasa senin dan kamis serta membaca surah yaasiin, Zaenudin alias Udin didatangi oleh sosok ghaib yang berujud seorang kakek tua bersorban putih layaknya seorang waliyullah. Udin, dikenal dikalangan teman-teman sebayanya merupakan anak yang sangat pendiam namun pandai bergaul. Berlatar belakang hidup dari keluarga yang kurang mampu, Udin sejak kecil terkadang sering melakukan puasa atas kehendak sendiri. Hingga menginjak remaja kebiasaan Udin berpuasa rupanya masih sering dilakukannya. Kalau dulu, Udin melakukan puasa hanya sebatas puasa biasa namun menginjak remaja kebiasaan Udin berpuasa disertai dengan shalat malam dan membaca surah yaasiin. (more…)

                                                      Penulis : Adi Gumilang
takutPerewangan atau “pembantu” gaib, dalam hal ini berwujud makhluk halus, telah ada sejak jaman prasejarah (sebelum manusia mengenal peradaban). Pada masa itu prewangari dalam tingkatan yang terendah, yaitu kesurupan/kemasukan makhluk halus dapat dilakukan oleh seseorang untuk membantu seseorang dalam mengatasi persoalan rumit yang sedang dihadapi. Karena itu “perewangan” selalu berkaitan dengan makhluk halus, apakah dari golongan makhluk siluman, arwah dari orang yang sudah meninggal, anak ambar atau sukma orang-orang sakti yang yang mati moksa (lenyap dengan badan raganya). (more…)

ILMU PENEMBUSAN ALAM GHAIB

 

Pernahkah anda membayangkan dalam waktu singkat anda mampu mengetahui langsung kejadian diberbagai belahan bumi lain tanpa harus mengeluarkan biaya yang sangat besar. Atau dalam waktu singkat mengetahui dan mengontrol langsung kegiatan-kegiatan unit bisnis anda dibeberapa tempat yang berbeda dan berjauhan tanpa harus menunggu laporan jarak jauh dari orang kepercayaan anda ?, atau anda ingin bertamasya berkeliling dunia tanpa harus repot-repot mengurus visa dan mengeluarkan biaya yang besar ?, atau anda ingin bertamasya kemasa lalu mengetahui persis suatu peristiwa yang telah terjadi dimasa lalu untuk memecahkan suatu kasus pelik?, atau anda ingin mendapatkan kenikmatan dan kepuasan spiritual dengan bertamasya ke alam halus dan alam serba cahaya yang tidak akan mungkin anda temukan di dunia ini ?. (more…)

Tips Mengusir Kuntilanak

Bayi berumur dibawah satu tahun, suka dijadikan mainan oleh kuntilanak disekitar rumah. Apalagi bila tempat tinggal agak sepi dan dikelilingi oleh pohon-pohon besar yang rimbun. Kuntilanak atau Jin iseng, memang suka dengan mengajak bayi-bayi bercanda. Kuntilanak akan tertawa terpingkal-pingkal bila melihat bayi yang dicandainya menangis ketakutan. Agar bayi-bayi terhindar dari gangguan Kuntilanak, siapkan bangle, ikatkan ke baju bayi . Apa bangle tersebut ?, bangle adalah suatu tanaman umbi-umbian yang berwarna hitam dan berbulu yang baunya tidak sedap tercium, namun keampuhanya sangat teruji untuk mengusir Kuntilanak.

Asosiasi Kuwu Seluruh Indramayu (AKSI) Perlu Pembaharuan

Organisasi AKSI Indramayu butuh perubahan paradigma baru dalam menyikapi keadaan yang berkembang dewasa ini. Sebagai wadah para Kuwu yang masih aktif, AKSI harus segera berbenah diri dalam rangka menyongsong era globasisasi dan modernisasi yang semakin kompleks dan berkembang pesat. Penulis khawatir, jikalau para Kuwu tidak segera berbenah diri menghadapi tantangan jaman, maka bisa jadi para Kuwu akan tergerus oleh perkembangan jaman yang semakin maju.

Khusus bagi Kuwu yang baru terpilih (pemilihan bulan Desember 2007/ Juli 2008), hendaknya sejak sekarang mulai merancang program-program kerja untuk direalisasikan pada masa pemerintahannya. Program-program yang memanjakan masyarakat haruslah menjadi bagian prioritas utama bagi Kuwu baru. Dalam hal ini penulis mungkin tidak perlu menjabarkan apa yang mesti dikerjakan oleh para Kuwu baru. Namun, yang perlu di ingat adalah, hendaknya program prioritas tersebut haruslah mencakup 3 unsur. Pertama adalah masalah Kesejahteraan, kedua adalah masalah Pelayanan dan yang ketiga adalah masalah pengayoman. Jika ketiga unsur tersebut dijalankan, bukan suatu yang mustahil masyarakat yang akan kita pimpin akan merasa puas dan terlayani, dengan begitu tugas-tugas kuwu selanjutnya tentu akan menjadi lebih ringan dan lebih mudah.

Lalu bagaimana kaitanya Kuwu baru dengan organisasi AKSI ?
Walaupun penulis baru mengikuti pertemuan AKSI untuk pertamakalinya di Balai Desa Anjatan, namun penulis walaupun sedikit sudah dapat meraba denyut nadi serta irama organisasi tersebut. Mungkin yang perlu diperhatikan oleh pengurus AKSI adalah yang utama menanamkan rasa memiliki AKSI kepada para KUWU. Dalam hal rasa memiliki saja, penulis melihat para anggota (Kuwu) kurang begitu tertanam dihati. Jika dalam hal rasa memiliki saja tidak ada dalam hati para Kuwu, suatu kemustahilan sebuah organisai akan dapat berkembang dengan baik.

Lalu bagaimana agar para Kuwu yang tergabung dalam AKSI mempunyai rasa memiliki, tentunya ini merupakan suatu tantangan bagi calon pemimpin AKSI kedepan. Pemimpin AKSI kedepan haruslah seseorang leadershif yang mampu memanajemen organisasinya agar berjalan lebih maju, modern dan professional. Lalu, mesti apa yang harus dilakukan oleh seorang pemimpin AKSI kedepan?. Menurut hemat penulis, AKSI kedepan haruslah diisi oleh Para Kuwu yang masih muda dan energik. Persoalan senioritas memang mutlak diperlukan dalam sebuah organisasi, namun janganlah karena dari sudut senioritas, potensi bagi Kuwu muda menjadi tertutup. Perlu keseimbangan yang proposional dalam organisai AKSI.

Dalam pandangan penulis, prosentase ideal dalam organisasi AKSI adalah 30% Kuwu Tua (senior) dan 70% Kuwu Muda (yunior). Penulis berpandangan dengan komposisi tersebut sangat mungkin organisasi AKSI akan cepat berkembang pesat dan dinamis mengikuti perkegerakan arah jaman. Itupun hanya sekedar sebuah usulan dari penulis yang mungkin akan mendapat reaksi pro dan kontra dari kawan-kawan Kuwu yang tergabung dalam AKSI. Mungkin itulah sekelumit pandangan dari penulis mengenai AKSI, pandangan-pandangan lainnya akan penulis paparkan diwaktu yang akan datang mengenai pembaharuan yang harus dilakukan oleh AKSI agar tetap eksis dan diperhitungkan oleh pihak lain.

Penulis : SUKARDI. ST (Kuwu Desa Kertanegara)

Anak Penjual Kue Keliling Di Pasar Sukses Menjadi Kuwu (Kepala Desa)

Tidak disangka dan tidak diduga, berlatar belakang seorang ibu penjual kue keliling di pasar, Sukardi, ST ternyata bisa sukses menjadi seorang Kuwu atau Kepala Desa di Desa Kertanegara, Kecamatan Haurgeulis, Kabupaten Indramayu. Bak mimpi disiang bolong, ketika itu tanggal 23 juli 2008 atau tepatnya hari Rabu pukul 16.30 Wib, Asinah Bin Asmawi sempat tersentak kaget ketika segerombolan masa pendukung anaknya ( Sukardi, ST ) berlarian tunggang langgang sambil bersorak sorai merengsek kekediaman dirinya.

Rupanya, lautan masa yang menghampiri kediamanya tersebut tak lain adalah simpatisan para pendukung anaknya. Dari kejauhan, sorak-sorai tersebut terdengar sayup-sayup pekikan Hidup Sukardi..!! Hidup Sukardi..!! Hidup Sukardi..!!, rupanya pekikan tersebut sebuah pertanda bahwa Sukardi berhasil memenangkan pemilihan Kuwu Desa Kertanegara. Haru biru langsung menerpa wajah wanita setengah baya tersebut, nampak dari pelupuk matanya keluar deraian air mata yang mengalir membasahi pipinya.

Dalam tangisan yang mendalam itu tampak sedikit senyum tersembul dari bibirnya, pertanda didalam lubuk hati wanita setengah tua tersebut tersembul kegembiraan yang tiada tara. Maklum, sejak awal pencalonan anaknya, dari bakal calon kuwu hingga menjadi calon kuwu, rintangan dan cobaan untuk merengkuh orang nomor satu di Desa Kertanegara harus dilalui dengan jalan yang teramat berat dan penuh cobaan.

Berbagai ejekan dan hinaan yang sifatnya merendahkan acapkali menyambangi Ibu Asinah Bin Asmawi. Dari kata-kata sindiran halus hingga kasar dihadapi dengan penuh kesabaran oleh Ibu kelima anak tersebut. Yang paling menyakitkan baginya adalah ketika ada pendukung calon lainya yang mengejek, “ Sukardi itu hanyalah seorang anak penjual kue keliling di Pasar, mana mungkin jadi kuwu, tidak ada turunan untuk jadi Kuwu, “ejek salah seorang pendukung calon lainnya.

Namun, entah karena sering diejek atau sering dihina begitu, rupanya ALLAH SWT menampakan kebesarannya dengan mengangkat harkat dan derajat Sukardi untuk menjadi seorang Kuwu atau kepala Desa di Desa Kertanegara. “ Alhamdulilah, walaupun anak saya sering diejek dan dihina, tapi ALLAH telah membuktikan kebesaraanya, mengabulkan do’a saya dengan menunjuk Sukardi menjadi Kuwu Kertanegara “, ucapnya dengan lirih dan mata berkaca-kaca. Walaupun diejek dengan begitu hebatnya, namun Ibu Asinah tidak merasa menaruh dendam dengan orang-orang yang sering mengejek dan menghina anaknya tersebut. “ Biarlah, yang sudah biarlah sudah, saya dengan ikhlas memaafkan orang-orang yang sering menghina anak saya, tapi saya hanya berpesan hendaknya kepada orang lain, kita jangan selalu mengolok-olok dan merendahkan orang lain, “ ujarnya, bijak.

Sukardi. ST Jadi Kuwu Desa Kertanegara

 

Puji syukur kita panjatkan kehadirat ilahi rabbi, salah seorang team Kertegmuda yang bernama Sukardi, ST akhirnya terpilih menjadi Kuwu di Desa Kertanegara , Kecamatan Haurgeulis, Kabupaten Indramayu. Sukardi yang terbilang masih berusia muda dan baru dikenal di kampungnya sekitar 1,5 tahun ternyata mampu mengungguli calon lainnya yang lebih popular dalam pemilihan Kuwu Desa kertanegara yang diselenggarakan pada tanggal 23 Juli 2008.

 

Berbekal dengan keterpanggilan hati nurani ingin menyubur makmurkann Desa kelahiranya sendiri terutama ingin membangun program pengairan Diesel Swadaya, Sukardi, ST akhirnya memenangkan pemilihan Kuwu Desa Kertanegara dengan suara yang cukup meyakinkan. Dalam ajang Pemilihan Kuwu tersebut Sukardi memperoleh sekitar 43.5 % suara yang diperebutkan oleh 4 calon dari total suara yang sah sebanyak 5800 suara.

 

Atas kemenangan tersebut tak pelak disambut dengan sukaria oleh para pendukung dan simpatisanya terutama oleh pendukung dari kalangan petani dan ibu-ibu. Maklum, karena program dari Sukardi, ST adalah ingin memberdayakan dan menyubur makmurkan kehidupan para petani yang ada di Desa Kertanegara. Disamping itu, tujuan mulia yang ingin diwujudkan oleh Sukardi adalah ingin mengangkat harkat dan martabat masyarakat Desa Kertanegara di tingkat Kabupaten Indramayu.

 

Dengan tutur kata yang lembut, Kuwu yang berparas cukup ganteng tersebut mengatakan, “ berangkat dari hati nurani yang paling dalam, saya ingin Desa Kertanegara menjadi Desa yang terbaik di kawasan Indramayu, untuk itu seluruh jiwa dan raga ini akan saya tumpahkan demi terwujudnya cita-cita tersebut, “ ujarnya.

 

Dalam kesempatan itu juga ia memohon permintaan ma’af kepada para calon kuwu yang belum berhasil, apabila selama perjalanan diwaktu pencalonan ada kata-kata dan tindakan yang menyinggung perasaan para calon kuwu lainnya, baik yang disengaja maupun tidak disengaja. “ Marilah kita bersatu kembali secara bersama-sama membangun Desa Kertanegara yang lebih maju dan modern “ ujar Sukardi. “ Ibarat sebuah permainan sepakbola, didalam lapangan kita boleh saling sikut-sikutan dan berbenturan tapi setelah keluar lapangan marilah kita kembali bersalaman dan bergandengan tangan, “ ujar Sukardi dengan penuh kearifan.

 

Memang itulah konsekuensi dari sebuah demokrasi, harus ada yang menang dan ada yang kalah, namun bagi yang menang janganlah kita merasa Jumawa dan bagi yang kalah hendaklah kita berlapang dada, akhirnya marilah kita ucapkan SELAMAT MENJALANKAN TUGAS KEPADA SUKARDI, ST. SEMOGA DALAM MENJALANKAN TUGAS SELALU MENDAPAT RIDHO DARI ALLAH SWT, AMIIN… DAN JANGAN LUPA KEPADA RAKYAT MISKIN DAN PARA ANAK YATIM PIATU.   

Dialog Dengan Roh

Kontrovesi tentang bisa tidaknya orang hidup berdialog dengan atau berkomunikasi dengan orang mati, telah menjadi perdebatan panjang yang nyaris tidak ada habisnya. Tidak hanya antara orang religius dengan orang sekuler saja. Para ulama sendiri, juga memiliki pandangan yang berbeda tentang pandangan hal tersebut.

Ulama hadis mempunyai anggapan mempunyai anggapan bahwa orang hidup tidak bisa berkomunikasi dengan orang yang sudah mati. Tetapi ulama sufi menyatakan sebaliknya bahwa orang hidup itu bisa berkomunikasi dengan orang yang sudah meninggal dunia. Termasuk bertemu dengan nabi Muhammad SAW, para auliya, para wali atau orang tua yang sudah meningga dunia.

Dan itu tentunya hanya bisa dilakukan oleh manusia yang beriman dan bertaqwa serta mendapatkan petunjuk dari Allah. Banyak dasar yang digunakan ulama sufi, sehingga mereka menyatakan kalau orang hidup bisa berdialog dengan orang yang sudah meninggal.

Salah satunya adalah ayat al-Quran pada surat Ali-Imron: 169: yang artinya, “ ….dan janganlah kamu mengira orang yang meninggal dijalan Allah ( fisabillilah suhada) itu mati. Mereka adalah hidup dan mendapatkan rejeki (kenikmatan dialam lain) disisi Allah dan hanya Allah yang mengetahui alam lain itu.

Dalam sebuah hadis, Nabi Muhammad SAW pernah bersabda, “ barang siapa yang melihatku diwaktu tidur maka sungguh melihatku, barang siapa melihatku disaat tidur maka sungguh-sungguh melihatku, sesengguhnya setan tidak bisa menyerupaiku ‘.

Untuk bertemu dengan ruh orang yang meninggal dunia, petunjuk dan ijin dari Allah adalah hal yang utama, karena ruh adalah milik Allah dan akan kembali kepada Allah.

Oleh karena itulah salah satu cara agar bisa mengetahui dan berdialog dengan ruh adalah dengan jalan tarekat. Karena setiap tarekat itu mengajarkan makrifatullah. Setiap makrrifatullah yang sudah matang, akan mengetahui hakekat Allah dan itu menjadi rahasia Allah.

Sebetulnya ruh yang dapat dijumpai tidak hanya ruhnya orang yang sudah meninggal saja. Ruh orang-orang yang belum lahir sekalipun sesungguhnya banyak pula dijumpai. Apabila ruhnya orang yang masih hidup akan lebih muida dijumpai. Dan semua ini hanya bisa dilakukan oleh ulama-ulama ahli sufi yang memiliki kedekatan dengan Allah.

Banyak bukti, yang menjadi landasan ulama sufi unutk menjelaskan bahwa dialog dengan ruh dapat dilakukan oleh manusia. Kisah perjalanan isra dan mi’rajnya nabi Muhammad SAW, yang bertemu para nabi dilangit adalah sebagai bukti kebenaran itu. Bahkan orang dengan derajat yang jauh dibawah nabi juga banyak mengisahkan cerita tentang adanya dialog dengan orang yang telah meninggal dunia.

Salah satunya adalah yang dikisahkan oleh haji Juri. Seorang tokoh agama di Desa geritayu, Kabupaten Pati. Dia mengetahui tentang derajat kewalian ayahnya, KH Mochtar, setelah diberi tahu oleh KH Hambali, seorang pengasuh pondok pesantren terkenal di Caruban Lasem.

Hai Juri sebetulnya tidak pernah menganggap bapaknya itu termasuk yang dikasihani oleh Allah. Rahasia itu terbongkar setelah tanpa sengaja ia bertemu dengan KH Hambali, yang datang ke Desa garit. Kiyai Hambali itu bisa menceritakan seluruh kebaikan dan sifat-sifat KH Mochtar. Bahkan bentuk fisiknya juga paham betul. Meskipun KH Hambali sendiri tidak pernah kenal dan berjumpa secara fisik dengan KH Mochtar.

Itu karena KH Hambali adalah ulama yang diberi ijin oleh allah untuk dapat berkomunikasi dengan kekasih Allah yang menurut sebagian orang telah mati. Dia memiliki kemampuan berdialog langsung dengan orang yang dikehendaki.

Menurut ajaran sufi, bertemu dengan ruh bisa melalui berbagai cara. Baik itu pandangan bathin, mimpi, atau melalui perasaan. Bahkan bertemu secara kasat mata dan berdialog langsung juga bisa. Banyak hadist yang menyatakan kalau ruh orang yang meninggal itu tidak mati. Apalgi yang digolongkan syuhada .

Orang yang telah meninggal dunia berada disuatu tempat, antara dunia dan akhirat. Yang akan masuk surga, dekat dengan surga. Demikian pula yang akan masuk keneraka, dekat sekali dengan neraka sehingga mereka merasakan siksaan Allah dialam barzah.

Banyaknya hal yang menjadikan seseorang yang disiksa dialam kubur, menjadikan ulama sufi menganjurkan kita yang masih hidup mmembuat kebajikan terhadap orang yang sudah meninggal dunia itu.

Mengikhlaskan doa sejak mengkafani, memandikan, menshalatkan, serta menguburkan, hingga mentahlilkan sangat dianjurkan. Itu karena orang yang telah mati bisa mengambil manfaat dari doa itu, khususnya doa anak yang soleh. Demikian menurut ulama sufi.

Untuk bertemu dengan ruh orang yang telah meninggal dunia, para sufi selalu menggunakan apa yang disebut dengan nama jalur malakut. Karena jalur malaikatlah yang diridhoi Allah. Meskipun begitu, adakalanya orang juga mampu berkomunikasi dengan ruh tanpa jalur malakut. Mereka itu menggunakan jalur jin atau syetan. Biasanya para dukun atau paranormal yang menggunakan jalur ini. Karena lewat jalur setan itulah, sehingga kita sulit apakah betul-betul ruh manusia atau hanya tipu daya Jin dan Syetan.

Lain kalau menggunakan jalur malaikat, karena malaikat tidak berani menipu. Karena mereka adalah makhluk Allah yang paling taat. Berbagai cara dilakukan orang untuk bisa bertemu dengan ruh. Meskipun kita bisa bertemu dengan ruh dengan berbagai jalur yang dikehendaki, namun kebanyakan orang bertemu dengan ruh karena mimpi. Untuk bermimpi dengan ruh orang yang sudah meninngal dunia alama sufi menggunakan amalan-amalan doa tertentu.

Next Page »