DESA KERTANEGARA


Asosiasi Kuwu Seluruh Indramayu (AKSI) Perlu Pembaharuan

Organisasi AKSI Indramayu butuh perubahan paradigma baru dalam menyikapi keadaan yang berkembang dewasa ini. Sebagai wadah para Kuwu yang masih aktif, AKSI harus segera berbenah diri dalam rangka menyongsong era globasisasi dan modernisasi yang semakin kompleks dan berkembang pesat. Penulis khawatir, jikalau para Kuwu tidak segera berbenah diri menghadapi tantangan jaman, maka bisa jadi para Kuwu akan tergerus oleh perkembangan jaman yang semakin maju.

Khusus bagi Kuwu yang baru terpilih (pemilihan bulan Desember 2007/ Juli 2008), hendaknya sejak sekarang mulai merancang program-program kerja untuk direalisasikan pada masa pemerintahannya. Program-program yang memanjakan masyarakat haruslah menjadi bagian prioritas utama bagi Kuwu baru. Dalam hal ini penulis mungkin tidak perlu menjabarkan apa yang mesti dikerjakan oleh para Kuwu baru. Namun, yang perlu di ingat adalah, hendaknya program prioritas tersebut haruslah mencakup 3 unsur. Pertama adalah masalah Kesejahteraan, kedua adalah masalah Pelayanan dan yang ketiga adalah masalah pengayoman. Jika ketiga unsur tersebut dijalankan, bukan suatu yang mustahil masyarakat yang akan kita pimpin akan merasa puas dan terlayani, dengan begitu tugas-tugas kuwu selanjutnya tentu akan menjadi lebih ringan dan lebih mudah.

Lalu bagaimana kaitanya Kuwu baru dengan organisasi AKSI ?
Walaupun penulis baru mengikuti pertemuan AKSI untuk pertamakalinya di Balai Desa Anjatan, namun penulis walaupun sedikit sudah dapat meraba denyut nadi serta irama organisasi tersebut. Mungkin yang perlu diperhatikan oleh pengurus AKSI adalah yang utama menanamkan rasa memiliki AKSI kepada para KUWU. Dalam hal rasa memiliki saja, penulis melihat para anggota (Kuwu) kurang begitu tertanam dihati. Jika dalam hal rasa memiliki saja tidak ada dalam hati para Kuwu, suatu kemustahilan sebuah organisai akan dapat berkembang dengan baik.

Lalu bagaimana agar para Kuwu yang tergabung dalam AKSI mempunyai rasa memiliki, tentunya ini merupakan suatu tantangan bagi calon pemimpin AKSI kedepan. Pemimpin AKSI kedepan haruslah seseorang leadershif yang mampu memanajemen organisasinya agar berjalan lebih maju, modern dan professional. Lalu, mesti apa yang harus dilakukan oleh seorang pemimpin AKSI kedepan?. Menurut hemat penulis, AKSI kedepan haruslah diisi oleh Para Kuwu yang masih muda dan energik. Persoalan senioritas memang mutlak diperlukan dalam sebuah organisasi, namun janganlah karena dari sudut senioritas, potensi bagi Kuwu muda menjadi tertutup. Perlu keseimbangan yang proposional dalam organisai AKSI.

Dalam pandangan penulis, prosentase ideal dalam organisasi AKSI adalah 30% Kuwu Tua (senior) dan 70% Kuwu Muda (yunior). Penulis berpandangan dengan komposisi tersebut sangat mungkin organisasi AKSI akan cepat berkembang pesat dan dinamis mengikuti perkegerakan arah jaman. Itupun hanya sekedar sebuah usulan dari penulis yang mungkin akan mendapat reaksi pro dan kontra dari kawan-kawan Kuwu yang tergabung dalam AKSI. Mungkin itulah sekelumit pandangan dari penulis mengenai AKSI, pandangan-pandangan lainnya akan penulis paparkan diwaktu yang akan datang mengenai pembaharuan yang harus dilakukan oleh AKSI agar tetap eksis dan diperhitungkan oleh pihak lain.

Penulis : SUKARDI. ST (Kuwu Desa Kertanegara)

Anak Penjual Kue Keliling Di Pasar Sukses Menjadi Kuwu (Kepala Desa)

Tidak disangka dan tidak diduga, berlatar belakang seorang ibu penjual kue keliling di pasar, Sukardi, ST ternyata bisa sukses menjadi seorang Kuwu atau Kepala Desa di Desa Kertanegara, Kecamatan Haurgeulis, Kabupaten Indramayu. Bak mimpi disiang bolong, ketika itu tanggal 23 juli 2008 atau tepatnya hari Rabu pukul 16.30 Wib, Asinah Bin Asmawi sempat tersentak kaget ketika segerombolan masa pendukung anaknya ( Sukardi, ST ) berlarian tunggang langgang sambil bersorak sorai merengsek kekediaman dirinya.

Rupanya, lautan masa yang menghampiri kediamanya tersebut tak lain adalah simpatisan para pendukung anaknya. Dari kejauhan, sorak-sorai tersebut terdengar sayup-sayup pekikan Hidup Sukardi..!! Hidup Sukardi..!! Hidup Sukardi..!!, rupanya pekikan tersebut sebuah pertanda bahwa Sukardi berhasil memenangkan pemilihan Kuwu Desa Kertanegara. Haru biru langsung menerpa wajah wanita setengah baya tersebut, nampak dari pelupuk matanya keluar deraian air mata yang mengalir membasahi pipinya.

Dalam tangisan yang mendalam itu tampak sedikit senyum tersembul dari bibirnya, pertanda didalam lubuk hati wanita setengah tua tersebut tersembul kegembiraan yang tiada tara. Maklum, sejak awal pencalonan anaknya, dari bakal calon kuwu hingga menjadi calon kuwu, rintangan dan cobaan untuk merengkuh orang nomor satu di Desa Kertanegara harus dilalui dengan jalan yang teramat berat dan penuh cobaan.

Berbagai ejekan dan hinaan yang sifatnya merendahkan acapkali menyambangi Ibu Asinah Bin Asmawi. Dari kata-kata sindiran halus hingga kasar dihadapi dengan penuh kesabaran oleh Ibu kelima anak tersebut. Yang paling menyakitkan baginya adalah ketika ada pendukung calon lainya yang mengejek, “ Sukardi itu hanyalah seorang anak penjual kue keliling di Pasar, mana mungkin jadi kuwu, tidak ada turunan untuk jadi Kuwu, “ejek salah seorang pendukung calon lainnya.

Namun, entah karena sering diejek atau sering dihina begitu, rupanya ALLAH SWT menampakan kebesarannya dengan mengangkat harkat dan derajat Sukardi untuk menjadi seorang Kuwu atau kepala Desa di Desa Kertanegara. “ Alhamdulilah, walaupun anak saya sering diejek dan dihina, tapi ALLAH telah membuktikan kebesaraanya, mengabulkan do’a saya dengan menunjuk Sukardi menjadi Kuwu Kertanegara “, ucapnya dengan lirih dan mata berkaca-kaca. Walaupun diejek dengan begitu hebatnya, namun Ibu Asinah tidak merasa menaruh dendam dengan orang-orang yang sering mengejek dan menghina anaknya tersebut. “ Biarlah, yang sudah biarlah sudah, saya dengan ikhlas memaafkan orang-orang yang sering menghina anak saya, tapi saya hanya berpesan hendaknya kepada orang lain, kita jangan selalu mengolok-olok dan merendahkan orang lain, “ ujarnya, bijak.

Sukardi. ST Jadi Kuwu Desa Kertanegara

 

Puji syukur kita panjatkan kehadirat ilahi rabbi, salah seorang team Kertegmuda yang bernama Sukardi, ST akhirnya terpilih menjadi Kuwu di Desa Kertanegara , Kecamatan Haurgeulis, Kabupaten Indramayu. Sukardi yang terbilang masih berusia muda dan baru dikenal di kampungnya sekitar 1,5 tahun ternyata mampu mengungguli calon lainnya yang lebih popular dalam pemilihan Kuwu Desa kertanegara yang diselenggarakan pada tanggal 23 Juli 2008.

 

Berbekal dengan keterpanggilan hati nurani ingin menyubur makmurkann Desa kelahiranya sendiri terutama ingin membangun program pengairan Diesel Swadaya, Sukardi, ST akhirnya memenangkan pemilihan Kuwu Desa Kertanegara dengan suara yang cukup meyakinkan. Dalam ajang Pemilihan Kuwu tersebut Sukardi memperoleh sekitar 43.5 % suara yang diperebutkan oleh 4 calon dari total suara yang sah sebanyak 5800 suara.

 

Atas kemenangan tersebut tak pelak disambut dengan sukaria oleh para pendukung dan simpatisanya terutama oleh pendukung dari kalangan petani dan ibu-ibu. Maklum, karena program dari Sukardi, ST adalah ingin memberdayakan dan menyubur makmurkan kehidupan para petani yang ada di Desa Kertanegara. Disamping itu, tujuan mulia yang ingin diwujudkan oleh Sukardi adalah ingin mengangkat harkat dan martabat masyarakat Desa Kertanegara di tingkat Kabupaten Indramayu.

 

Dengan tutur kata yang lembut, Kuwu yang berparas cukup ganteng tersebut mengatakan, “ berangkat dari hati nurani yang paling dalam, saya ingin Desa Kertanegara menjadi Desa yang terbaik di kawasan Indramayu, untuk itu seluruh jiwa dan raga ini akan saya tumpahkan demi terwujudnya cita-cita tersebut, “ ujarnya.

 

Dalam kesempatan itu juga ia memohon permintaan ma’af kepada para calon kuwu yang belum berhasil, apabila selama perjalanan diwaktu pencalonan ada kata-kata dan tindakan yang menyinggung perasaan para calon kuwu lainnya, baik yang disengaja maupun tidak disengaja. “ Marilah kita bersatu kembali secara bersama-sama membangun Desa Kertanegara yang lebih maju dan modern “ ujar Sukardi. “ Ibarat sebuah permainan sepakbola, didalam lapangan kita boleh saling sikut-sikutan dan berbenturan tapi setelah keluar lapangan marilah kita kembali bersalaman dan bergandengan tangan, “ ujar Sukardi dengan penuh kearifan.

 

Memang itulah konsekuensi dari sebuah demokrasi, harus ada yang menang dan ada yang kalah, namun bagi yang menang janganlah kita merasa Jumawa dan bagi yang kalah hendaklah kita berlapang dada, akhirnya marilah kita ucapkan SELAMAT MENJALANKAN TUGAS KEPADA SUKARDI, ST. SEMOGA DALAM MENJALANKAN TUGAS SELALU MENDAPAT RIDHO DARI ALLAH SWT, AMIIN… DAN JANGAN LUPA KEPADA RAKYAT MISKIN DAN PARA ANAK YATIM PIATU.   

Bagi masyarakat Desa Kertanegara, Kecamatan Haurgeulis, Kabupaten Indramayu, diminta partisifasinya untuk memberikan data-data tentang sejarah awal berdirinya Desa Kertanegara. Team kertegmuda saat ini sedang berusaha menyusun sejarah awal berdirinya Desa Kertanegara. Untuk itu demi suksesnya penyusunan sejarah Desa kertanegara, kami berharap kepada seluruh masyarakat Desa Kertanegara, baik yang ada di lingkungan Desa Kertanegara maupun yang ada di tanah perantauan, silahkan kirim partisifasinya kepada kami ke email : kerteg_mda@plasa.com dan semoga dengan adanya penyusunan sejarah berdirinya Desa Kertanegara dapat bermanfaat bagi anak cucu kita dimasa yang akan datang. Terima kasih