KHODAM PENDAMPING
Kisah nyata yang aku ceritakan ini merupakan kisah sejati yang benar-benar aku alami dalam perjalanan hidupku. Kisahnya terjai sekitar pertengahaan tahun 2008 kemarin, ketika itu didaerahku ada suatu pesta demokrasi pemilihan kepala daerah. Dalam ajang pesta demokrasi tersebut kebetulan aku menjadi salah satu team sukses salah satu calon. Seperti sudah menjadi kebiasaan yang terjadi di Pulau Jawa, setiap menghadapi event semacam ini berbagai kekuatan baik fisik maupun nonfisik dikerahkan untuk meraih sebuah kemenangan. Sebagai seorang yang menjadi salah satu team sukses, aku sengaja mencari orang pintar yang dapat membentengi diriku baik dari ancaman fisik maupun nonfisik. Atas saran salah seorang sesepuh, aku disarankan untuk datang ke orang pintar yang tinggal diwilayah Kabupaten Subang, karena dari penjelasan sesepuh tersebut, orang pintar yang dimaksud katanya dapat memberikan khodam pendamping (pengawal gaib ). (more…)
Berawal sering melakukan puasa senin dan kamis serta membaca surah yaasiin, Zaenudin alias Udin didatangi oleh sosok ghaib yang berujud seorang kakek tua bersorban putih layaknya seorang waliyullah. Udin, dikenal dikalangan teman-teman sebayanya merupakan anak yang sangat pendiam namun pandai bergaul. Berlatar belakang hidup dari keluarga yang kurang mampu, Udin sejak kecil terkadang sering melakukan puasa atas kehendak sendiri. Hingga menginjak remaja kebiasaan Udin berpuasa rupanya masih sering dilakukannya. Kalau dulu, Udin melakukan puasa hanya sebatas puasa biasa namun menginjak remaja kebiasaan Udin berpuasa disertai dengan shalat malam dan membaca surah yaasiin.
Perewangan atau “pembantu” gaib, dalam hal ini berwujud makhluk halus, telah ada sejak jaman prasejarah (sebelum manusia mengenal peradaban). Pada masa itu prewangari dalam tingkatan yang terendah, yaitu kesurupan/kemasukan makhluk halus dapat dilakukan oleh seseorang untuk membantu seseorang dalam mengatasi persoalan rumit yang sedang dihadapi. Karena itu “perewangan” selalu berkaitan dengan makhluk halus, apakah dari golongan makhluk siluman, arwah dari orang yang sudah meninggal, anak ambar atau sukma orang-orang sakti yang yang mati moksa (lenyap dengan badan raganya). 


