MENDAPATKAN “ BATU BERLIAN “ DARI ALAM GHAIB
Oleh : Adi Gumilang
Sekarang ini ditengah-tengah masyarakat kita sedang gandrung dengan yang namanya Dana ghaib/Dana Ghaib. Mereka beranggapan bahwa masalah dana ghaib tersebut betul-betul ada keberadanya. Padahal hal semacam itu kami berkeyakinan samasekali tidak ada dan kalaupun ada orang yang memiliki kemampuan untuk melakukan hal tersebut bukanlah orang sembarangan, dalam arti seseorang yang memiliki kemampuan untuk mengambil dana ghaib tersebut adlah orang yang betul-betul dekat dengan Allah SWT, dan kemampuan tersebut pasti akan ditutup-tutupi alias tidak akan disebarkan kepada khalayak umum.
Lantas bagaimana dengan orang-orang yang mengaku bisa mendatangkan Dana Ghaib kealam nyata. Kami ingatkan kepada khalayak umum, bahwa hal tersebut hanya bohong belaka dan ujung-ujungnya adalah penipuan. Kalau kita berpikir secara logika, seandainya seseorang mampu mendatangkan dana ghaib atau uang ghaib kealam nyata, kenapa harus mengajak-ajak orang lain. Kalau ia sendiri mampu membuat kaya dirinya sendiri kenapa harus membuat kaya orang lain?, coba kita renungkan hal tersebut secara logika dan pikiran yang bersih, pasti kita akan tersadar dari khayalan mimpi mendapatkan dana atau uang dari alam ghaib.
Namun, jika berbicara masalah penarikan benda pusaka dari alam ghaib, seperti batu, keris, tongkat dll, kami masih agak mempercayainya. Karena kami sering bertemu dengan orang – orang yang sering mendapatkan benda tersebut dari alam ghaib. Nah, untuk yang satu ini akan kami ceritakan sebuah pengakuan nyata dari seorang ibu rumah tangga yang tinggal disebuah pelosok desa, yang beruntung mendapatkan batu mulia berlian dari alam ghaib. Untuk hal ini kami serahkan sepenuhnya kepada khalayak umum, apakah mau percaya atau tidak dengan pengakuan nyata ini.
Akan tetapi, kami sebagai seorang muslim ingin mengatakan “ kalau kuda itu bisa dipegang talinya, tapi kalu manusia bisa dipegang omonganya “. Adalah ibu Lestari (ma’af nama kami samarkan) seorang ibu rumah tangga yang beruntung mendapatkan Batu Berlian dari alam ghaib. Ibu Lestari merupakan sosok ibu yang sejak kecil kehidupanya sangat memprihatinkan alias serba kekurangan. Semasa kecilnya, Ibu Lestari terkadang tidak bisa mengenyam yang namanya nasi lantaran kehidupan orang tuanya yang sangat miskin. Hal tersebut kerap kali terjadi dan dialami oleh lestari kecil, sehingga berpuasa sudah menjadi kebiasaannya.
Setelah berumah tangga, sampai memiliki 1 putra, kesusahan hidup tak juga berlalu dari kehidupan Lestari. Berbagai macam usaha kerap digelutinya bersama sang suami, namun keberhasilan seakan enggan menghampiri dirinya. Hingga puncaknya adalah ketika ia bersama suaminya usaha bertani seluas 2 hektar, ketika tiba waktunya akan memanen padinya, ribuan tikus meluluh lantakan harapan Lestari dan sang suami. Sepertiga sawahnya ludes dimakan si monyong (tikus), karuan saja hal tersebut semakin membenamkan kehidupan Lestari. Pikir lestari, dengan usaha bertani kehidupan keluarganya makin membaik namun malnganya yang didapat adalah hutang yang semakin menggunung, karena modal Lestari untuk bertani adalah hasil hutang dari rentenir.
Hampir 2 tahunan Lestari dan suaminya bersusah payah melunasi hutan-hutang nya kepada sang rentenir, hutang yang dulunya sebesar bukit telah menjadi sebuah gunung akibat bunga yang terus membengkak. Karena pikiranya yang kacau dan kalut, Lestari menjadi lupa makan dan pernah ia melakukan puasa selama 40 hari tidak makan dan tidak minum. Hingga pada suatu ketika dirinya dzikir selepas melakukan shalat tahajjud, antara sadar dan tidak sadar ia melihat seorang perempuan yang tengah disiksa oleh sekelompok orang dan diseret-seret. Oleh Lestari, perempuan itu ditolongnya kemudian dibawa kerumahnya, sesampainya dirumah perempuan malang itu diberikan makan dan minum serta dibersihkan badanya, setelah itu tiba-tiba ia terbangun dalam lamunan dzikirnya dan ia merasa kejadian tersebut terjadi dialam nyata.
Selang beberapa hari setelah kejadian tersebut, masih dalam keadaan berdzikir, Lestari kembali didatangi oleh sosok perempuan misterius tersebut. Namun kali ini kejadiannya betul-betul nyata terjadi dihadapanya. Ketika sedang asyiknya berdzikir terkejut karena dihadapanya telah duduk sosok perempuan yang pernah ia tolong beberapa hari lalu. Sosok perempuan itu mengucapkan terima kasih atas pertolongan yang diberikan oleh Lestari dan sebagai imbalanya, Lestari olehnya disuruh mengambil sesuatu yang ada di belakang pojok rumahnya. Kesesokan paginya, Lestri bergegas menuju tempat yang ditunjukan sosok perempuan misterius tersebut. Setelah kesana kemari berada dibelakang rumahnya, dari kedalaman sekitar 5 cm, tiba-tiba ada sesuatu yang bercahaya berkilauan, setelah diambil ternyata itu adalah sebuah batu putih sebesar biji asam, yang kalau sekilas bentuknya mirip seperti batu berlian.
Sebagai orang awam yang tidak tahu mengenai jenis batu-batuan, batu tersebut segera diambilnya dan disimpan dibawah kasur tempat tidurnya. Kadang kala batu tersebut ia keluarkan untuk sekedar dilihat-lihat bersama anaknya. Perasaan kaget baru ia rasakan keitika ia hendak “mengemban-embani” batu tersebut pada tukang batu akik. Secara tiba-tiba, ada seseorang yang berminat membelinya, karuan saja hal tersebut ditolak mentah-mentah oleh Lestari, karena niatnya datang ke tukang batu akik adalah hendak member dudukan pada batu tersebut bukan menjualnya.
Sesampainya dirumah, ia merasa heran kenapa batu yang ia dapatkan dari perempuan misterius itu ada orang yang meminatinya, bahkan mau dibeli dengan harga yang tinggi. Keterkejutan Lestri tak berhenti sampai disitu, temanya yang waktu itu main kerumahnya memperlihatkan sebuah cincin emas berbalut batu berlian yang katanya pemberian adiknya yang bekerja sebagai TKW di Malaysia. Dan alangkah kagetnya Lestari, karena cincin berlian yang dipakai temanya tersebut sama persis dengan batu yang ia miliki. Setelah diperlihatkan, temanya membenarkan bahwa batu kepunyaan Lestari itu adalah batu berlian. Hingga kini batu pemberian permpuan misterius itu masih tetap disimpan oleh Lestari, ia mengaku tidak berani menjual batu berlian tersebut karena takut sipemberi batu tersebut marah atau tidak terima.
Begitulah kira-kira cerita nyata yang dialami oleh Ibu Lestari, kepada kami ia berpesan agar merahasiakan sosok dirinya, karena menurutnya sekarang bukanlah waktu yang tepat untuk membuka tabir rahasia yang menyelimuti dirinya. Kepada khalayak umum, silahkan menterjemahkan sendiri mengenai cerita nyata yang dialami oleh Ibu Lestari dan kepada Allah SWT, kami mohon ampunan dan perlindungan jika dalam penyampaian cerita ini ada kealfaan, akhirnya marilah kita selalu memohon petunjuk-Nya, karena hanya kepada Allah kita memohon segala-galanya.
June 8, 2009
MENDAPATKAN ” BATU BERLIAN ” DARI ALAM GHAIB
Posted by Aji Pencipta under UncategorizedLeave a Comment