Anak Penjual Kue Keliling Di Pasar Sukses Menjadi Kuwu (Kepala Desa)

Tidak disangka dan tidak diduga, berlatar belakang seorang ibu penjual kue keliling di pasar, Sukardi, ST ternyata bisa sukses menjadi seorang Kuwu atau Kepala Desa di Desa Kertanegara, Kecamatan Haurgeulis, Kabupaten Indramayu. Bak mimpi disiang bolong, ketika itu tanggal 23 juli 2008 atau tepatnya hari Rabu pukul 16.30 Wib, Asinah Bin Asmawi sempat tersentak kaget ketika segerombolan masa pendukung anaknya ( Sukardi, ST ) berlarian tunggang langgang sambil bersorak sorai merengsek kekediaman dirinya.

Rupanya, lautan masa yang menghampiri kediamanya tersebut tak lain adalah simpatisan para pendukung anaknya. Dari kejauhan, sorak-sorai tersebut terdengar sayup-sayup pekikan Hidup Sukardi..!! Hidup Sukardi..!! Hidup Sukardi..!!, rupanya pekikan tersebut sebuah pertanda bahwa Sukardi berhasil memenangkan pemilihan Kuwu Desa Kertanegara. Haru biru langsung menerpa wajah wanita setengah baya tersebut, nampak dari pelupuk matanya keluar deraian air mata yang mengalir membasahi pipinya.

Dalam tangisan yang mendalam itu tampak sedikit senyum tersembul dari bibirnya, pertanda didalam lubuk hati wanita setengah tua tersebut tersembul kegembiraan yang tiada tara. Maklum, sejak awal pencalonan anaknya, dari bakal calon kuwu hingga menjadi calon kuwu, rintangan dan cobaan untuk merengkuh orang nomor satu di Desa Kertanegara harus dilalui dengan jalan yang teramat berat dan penuh cobaan.

Berbagai ejekan dan hinaan yang sifatnya merendahkan acapkali menyambangi Ibu Asinah Bin Asmawi. Dari kata-kata sindiran halus hingga kasar dihadapi dengan penuh kesabaran oleh Ibu kelima anak tersebut. Yang paling menyakitkan baginya adalah ketika ada pendukung calon lainya yang mengejek, “ Sukardi itu hanyalah seorang anak penjual kue keliling di Pasar, mana mungkin jadi kuwu, tidak ada turunan untuk jadi Kuwu, “ejek salah seorang pendukung calon lainnya.

Namun, entah karena sering diejek atau sering dihina begitu, rupanya ALLAH SWT menampakan kebesarannya dengan mengangkat harkat dan derajat Sukardi untuk menjadi seorang Kuwu atau kepala Desa di Desa Kertanegara. “ Alhamdulilah, walaupun anak saya sering diejek dan dihina, tapi ALLAH telah membuktikan kebesaraanya, mengabulkan do’a saya dengan menunjuk Sukardi menjadi Kuwu Kertanegara “, ucapnya dengan lirih dan mata berkaca-kaca. Walaupun diejek dengan begitu hebatnya, namun Ibu Asinah tidak merasa menaruh dendam dengan orang-orang yang sering mengejek dan menghina anaknya tersebut. “ Biarlah, yang sudah biarlah sudah, saya dengan ikhlas memaafkan orang-orang yang sering menghina anak saya, tapi saya hanya berpesan hendaknya kepada orang lain, kita jangan selalu mengolok-olok dan merendahkan orang lain, “ ujarnya, bijak.