Sukardi. ST Jadi Kuwu Desa Kertanegara

 

Puji syukur kita panjatkan kehadirat ilahi rabbi, salah seorang team Kertegmuda yang bernama Sukardi, ST akhirnya terpilih menjadi Kuwu di Desa Kertanegara , Kecamatan Haurgeulis, Kabupaten Indramayu. Sukardi yang terbilang masih berusia muda dan baru dikenal di kampungnya sekitar 1,5 tahun ternyata mampu mengungguli calon lainnya yang lebih popular dalam pemilihan Kuwu Desa kertanegara yang diselenggarakan pada tanggal 23 Juli 2008.

 

Berbekal dengan keterpanggilan hati nurani ingin menyubur makmurkann Desa kelahiranya sendiri terutama ingin membangun program pengairan Diesel Swadaya, Sukardi, ST akhirnya memenangkan pemilihan Kuwu Desa Kertanegara dengan suara yang cukup meyakinkan. Dalam ajang Pemilihan Kuwu tersebut Sukardi memperoleh sekitar 43.5 % suara yang diperebutkan oleh 4 calon dari total suara yang sah sebanyak 5800 suara.

 

Atas kemenangan tersebut tak pelak disambut dengan sukaria oleh para pendukung dan simpatisanya terutama oleh pendukung dari kalangan petani dan ibu-ibu. Maklum, karena program dari Sukardi, ST adalah ingin memberdayakan dan menyubur makmurkan kehidupan para petani yang ada di Desa Kertanegara. Disamping itu, tujuan mulia yang ingin diwujudkan oleh Sukardi adalah ingin mengangkat harkat dan martabat masyarakat Desa Kertanegara di tingkat Kabupaten Indramayu.

 

Dengan tutur kata yang lembut, Kuwu yang berparas cukup ganteng tersebut mengatakan, “ berangkat dari hati nurani yang paling dalam, saya ingin Desa Kertanegara menjadi Desa yang terbaik di kawasan Indramayu, untuk itu seluruh jiwa dan raga ini akan saya tumpahkan demi terwujudnya cita-cita tersebut, “ ujarnya.

 

Dalam kesempatan itu juga ia memohon permintaan ma’af kepada para calon kuwu yang belum berhasil, apabila selama perjalanan diwaktu pencalonan ada kata-kata dan tindakan yang menyinggung perasaan para calon kuwu lainnya, baik yang disengaja maupun tidak disengaja. “ Marilah kita bersatu kembali secara bersama-sama membangun Desa Kertanegara yang lebih maju dan modern “ ujar Sukardi. “ Ibarat sebuah permainan sepakbola, didalam lapangan kita boleh saling sikut-sikutan dan berbenturan tapi setelah keluar lapangan marilah kita kembali bersalaman dan bergandengan tangan, “ ujar Sukardi dengan penuh kearifan.

 

Memang itulah konsekuensi dari sebuah demokrasi, harus ada yang menang dan ada yang kalah, namun bagi yang menang janganlah kita merasa Jumawa dan bagi yang kalah hendaklah kita berlapang dada, akhirnya marilah kita ucapkan SELAMAT MENJALANKAN TUGAS KEPADA SUKARDI, ST. SEMOGA DALAM MENJALANKAN TUGAS SELALU MENDAPAT RIDHO DARI ALLAH SWT, AMIIN… DAN JANGAN LUPA KEPADA RAKYAT MISKIN DAN PARA ANAK YATIM PIATU.